KULTWIT @MPUJAYAPREMA TENTANG CIWARATRI (29-01-2014)

Berikut adalah kumpulan twit dari @mpujayaprema terkait dengan perayaan hari raya Siwaratri, silakan disimak:

  • 1.Siwa, dewa tertinggi dalam Hindu, perwujudan Tuhan itu sendiri. Ratri = malam. Siwa Ratri berarti pemujaan di malam Siwa. #siwaratri

  • 2.Malam esok disebut purwani Tilem atau pengelong 14, sasih kepitu (bulan 7), malam tergelap dalam setahun. #siwaratri

  • 3.Di India tiap bulan ada #siwaratri. U/ malam ini disebut Mahasiwaratri. Tp di Indonesia, hanya setahun sekali dan disebut #siwaratri

  • 4.Memuja Siwa harus dengan kesadaran dan disiplin diri. Karena itu ada pantangan yang disebut brata #siwaratri

  • 5.Brata itu: upawasa (berpuasa), monabrata (tak bicara), dan jagra (tidak tidur). Melaksanakan ketiganya sangatlah utama. #siwaratri

  • 6.Karena waktu 36 jam, brata sesuai kemampuan. Umumnya puasa sehari saat ini, dilanjutkan makan serba putih. #siwaratri

  • 7.Monabrata mengikuti puasa. Sedang jagra sebaiknya terus sampai sembahyang saat Tilem. Itu penutup. #siwaratri

  • 8.Pengertian jagra (tidak tidur) bukanlah asal bergadang, sejatinya adalah waspada, eling, mawas diri, introspeksi. #siwaratri

  • 9.Bukan sekedar bergadang, apalagi bergadang yang tidak ada kaitannya dengan spiritual. Pacaran, main judi, dstnya. #siwaratri

  • 10.Sumber ajaran #siwaratri dalah Siwa Purana dan Skanda Purana. Kitab2 ini mungkin sulit dibaca awam. #siwaratri

  • 11. Karena itu dibuatkan kisah2 bertutur. Di India ada banyak kisah tentang ini. Tapi tak ada tokoh bernama Lubdhaka. #siwaratri

  • 12.Namanya beda-beda, tentu khas Inia, namun kesamaannya sang tokoh itu pekerjaannya seorang pemburu. #siwaratri

  • 13.Di Indonesia, Mpu Tanakung membuat kisah bertembang untuk menafsirkan Purana itu dengan karyanya: Kekawin Siwaratri Kalpa #siwaratri

  • 14.Mpu Tanakung memberi nama tokoh itu Lubdhaka. Kata itu berarti pemburu dlm bhs Sanskerta. Ini dijadikan rujukan di Indonesia. #siwaratri

  • 15.Sayangnya Kekawin itu diterima apa adanya, bukan ditafsirkan, sehingga terjadi pergeseran makna. #siwaratri

  • 16.Inti kisah dlm Kekawin: Lubdhaka berburu seharian, tak dapat hewan, tak membawa bekal, dan bermalam di hutan. #siwaratri

  • 17.Takut dengan binatang buas, ia naik ke pohon bila. Takut mengantuk, dia memetik daun bila dan dijatuhkan ke bawah. #siwaratri

  • 18.Di bawah pohon itu ternyata ada kolam, lingga (stana, atau tempat beryoga) Dewa Siwa yg tak diketahui Lubdhaka. #siwaratri

  • 19.Pada hitungan daun bila (di Jawa: maja) ke 108, Lubdhaka dapat anugrah dari Siwa: kelak mati masuk surga. #siwaratri

  • 20.Pdhal kalau mau pakai tafsir, hakekat hidup ini adalah berburu: berburu harta, ilmu, kebajikan, dst. #siwaratri.

  • 21.Pada saatnya “pemburu” itu harus jeda sejenak. Merenungkan jati dirinya, apa yang diburu selama ini benar atau salah. #siwaratri

  • 22.Kesadaran pentingnya mengenal jati diri ini dgn memuja Siwa: mengadu, melapor, memohon, minta bimbingan, dst. #siwaratri

  • 23.Orang tak bisa merenung dan intropeksi jika dalam keadaan berfoya-foya. Karena itu dianjurkan puasa. #siwaratri

  • 24.Bagaimana merenung kalau terus bicara? Sesekali dengarkan suara hati, jgn ngomong doang.. Karena itu monobrata. #siwaratri

  • 25.Merenungkan hidup dan introspeksi dengan tidur tentu tak mungkin. Maka jagralah, tak ada orang tidur sadar. #siwaratri

  • 26.Petik daun bila dan jatuhkan adalah simbul dari namaskaram, mengulang-ulang nama Siwa atau nama Tuhan. #siwaratri

  • 27.Mengulang 108, deret tiga angka tertinggi dengan jumlah 9. Sembilan adalah Dewa penjaga arah dengan Siwa di tengahnya. #siwaratri

  • 28.Butir genitri (tasbih,japamala) dalam Hindu karenanya dibuat 108. Itu untuk menghitung namaskaram/berjapa. #siwaratri

  • 29.Orang yang terus “berburu”, tp setiap saat instropeksi u/ memuja Siwa memohon bimbingan, lulus dalam hidup ini. #siwaratri

  • 30.Merekalah kelak sebagai penghuni sorga. Jadi, #siwaratri bukan malam peleburan dosa, salah kaprah selama ini. #siwaratri

  • 31. Dosa tak bisa dilebur, apalagi cuma dgn begadang. Dosa hanya bisa dikurangi dengan melakukan karma baik. #siwaratri

  • 32.Ken Arok seorang perampok, menjadi raja Singasari setelah membunuh Tunggul Ametung dgn keris Mpu Gandring. #siwaratri

  • 33.Mpu Tanakung “menjilat” Ken Arok dengan menyebutkan: dosa bisa dilebur dengan memuja Siwa, sang pelebur segalanya. #siwaratri

  • 34.Pendapat Purbacaraka dibantah 2 sejarawan, Zoetmulder dan A Teuw dlm bukunya: Siwaratri Kalpa of Mpu Tanakung. #siwaratri

  • 31.Kenapa salah krapah? Adalah Purbacaraka yang berpendapat, Mpu Tanakung menulis Kekawin u/ mencari muka dari Ken Arok. #siwaratri

  • 35. Menurut Zoetmulder, Mpu Tanakung hidup pada zaman Majapahit akhir (1466-1478) dan Ken Arok jauh sebelumnya. #siwaratri

  • 36.Tanakung menyebarkan ajaran “kesadaran dgn memuja Siwa” berdasar Purana yg asli dari India dgn adaptasi budaya lokal. #siwaratri

  • 37.Sebagai pendeta tak mungkin Tanakung “cari muka” mengorbankan etika kepanditaan, tulis Zoetmulder. (Ya dong hehe) #siwaratri

  • 38.Di Bali, sejarawan pribumi lebih dipercaya. Selain itu karya Zoetmulder terbit 1969, maka Purbacaraka yang diikuti. #siwaratri

  • 39.Maka dikenalkanlah istilah “malam peleburan dosa” sebagai padanan (sejarah salah kaprahnya di situ). #siwaratri.

  • 40.Apalagi perayaan Siwa Ratri dimasyarakatkan setelah 1966 – pasca G30S yang banyak melahirkan “orang berdosa” itu. #siwaratri

  • 41.Lagi pula, awalnya Siwa Ratri dipopulerkan lewat drama tari Lubdhaka. Jd benar2 ada pemburu. Namanya tari kok. #siwaratri

  • 42.Siwa pun dalam dramatari dipakai Rangda, biar serem, sebagai pelebur dosa. Ya, jd terus salah kaprah. #siwaratri

  • 43.Sang waktu berjalan, Kekawin Siwaratri Kalpa dan ulasan Zoetmulder tersebar. Mulai dibaca dan dikupas karya itu. #siwaratri

  • 44.Grup pesantian (penyuka tembang) merebak, Kekawin Siwaratri salah satu yang digemari selain Kekawin Ramayana dllnya. #siwaratri

  • 45.Maka tafsir #siwaratri pun berkembang ke arah dimaksudkan oleh Siwa Purana. Memuja Siwa dgn penuh kesadaran. Klop.

  • 46.Tp penafsiran bisa bermacam2 dan itu wajar. Yg inti tetap malam pemujaan Siwa dengan mengagungkan namaNya. #siwaratri

  • 47.Sy tak hendak memberi contoh penafsiran2 karena banyaknya simbol yg ditafsirkan. (bikin buku saja ya?) #siwaratri

  • 48.Yg jelas janganlah menggampangkan jika ingin masuk sorga: hanya begadang semalaman, apalagi sambil berjudi. #siwaratri

  • 49.Inga… inga… Hanya karma baik yang bisa mengantarkan diri kita ke sorga, kelak setelah kematian. #siwaratri

  • 50. Selamat hari #siwaratri. Besok malam sy merayakannya di Makodam IX/Udayana bersama Pangdam dan jajarannya. Sy akan bertutur panjang.

    Technorati Tags: ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: